Saat-saat indah itu

cinta
cinta

1. ada 2 saat paling berbahagia bagiku di kehidupan fana ini | saat lisankan syahadat, dan saat engkau hantarkan bagiku buah hati

2. ada 1 hal yang memungkinkan agar semua kebahagian itu kumiliki | yaitu hadirmu disisi temani sisa hari

3. karena kebahagiaan takkan nyata tanpa denganmu aku berbagi | adalah kehadiranmu yang membuat kenikmatan menjadi berarti

4. susah-senang sulit dibedakan bila engkau disampingku | baik-buruk adalah mudah selama engkau mau bersamaku

5. ingatkah engkau bagaimana hari-hari setelah akad kita lalui? | semua pintu seakan tertutup, semua pintu seolah terkunci

6. namun tak pernah sekalipun engkau mengeluh saat nafkah kuhantar selalu kurang | keluhanmu malah datang saat tahajudku jarang

7. setiap pagi engkau bungkuskan untuk siang, bingkisan makanan | bukan romantis, bukan pilihan, tapi karena keuangan tak berkenan

8. masakan pagi kau simpan untuk malam, masakan malam kau jaga sampai pagi | bukan sayang makanan, tapi tak ada pilihan lagi

9. lemari penyimpanan kita miliki, hanya yang tersimpan yang tak kunjung ada | namun tak pernah kau merasa kurang berada

10. ingatkah engkau waktu kita mengais ujung lemari | sekedar untuk sekeping dua keping yang tercecer agar nasi bungkus bisa kemari

11. yang ada saat itu bukan sedu-sedan melainkan justru tawa riang | engkau berkata kelak keadaan ini akan selalu kita kenang

12. dan benar, aku mengenangmu, aku mengenang masa kurang | mengenang diri dan ketabahan jiwamu yang lebih kuat dari karang

13. kadang terpikir salah menikahmu, hanya buatmu rasakan sukar tak bertepi | kau tepis semua terhapus dengan ciuman di pipi

14. ingatkah saat Ramadhan pertama kita bersama? | berbagi satu nasi kotak yang kudapat selesai acara semarakkan adzan yang bergema?

15. saat itu kukatakan padamu bahwa keberkahan tiada mewujud dalam banyaknya makanan | engkau mengangguk dan tersenyum berkenan

16. padahal kutahu pasti bahwa kita berdua mengharap makanan lebih | namun Allah berikan kecukupan hanya karena kasih

17. ingatkah engkau saat lebaran pertama berdua? | saat kewajiban bersilaturahmi beradu dengan kurangnya harta?

18. engkau relakan sekerat gelang mahar dariku jadi ganti biaya menumpang bis | sebalik menuju jakarta uang itu bertepatan habis?

19. engkau bercanda berkata, “sekarang engkau jadi pedagang” | malu hati sebenar, karena mahar istri yang digadang

20. engkau sampaikan “bagiku, asal engkau tetap disisi” | begitulah kisah gelang yang hilang, dan hati tetap penuh iman berisi

21. ingatkah engkau saat pertama rahim milikmu mengandung | panggilan nama berubah, kini nama “ummi” kami usung

22. “assalamu’alaikum ummi.. apa kabarnya..” | “wa’alaikumussalam abi.. alhamdulillah masih kangen” sapaan wajib sehabis mencari nafkah

23. setiap hari yang engkau ramaikan adalah hari kemudian | bahwa kelak anak itu akan jadi pembela Islam, tentara Allah terdepan

24. tak sediktpun minimnya harta kau khawatirkan, tak juga kau takut | katamu bila masih ada hidup, Allah akan jamin hari berikut

25. saat suamimu diberi harta cukup, engkau tak berubah | habiskan harta tiada sanggup, hidanganmu masih kangkung tempe dibelah

26. engkau masih gadis desa yang polos, namun cerdik cendikia sikap | imanmu selalu jadi poros, anggun indah dalam cakap

27. tak salah kupilih gadis sederhana nan jelita rupawan | hidup tiada berlebih, tiada berkekurangan amal lagi dermawan

28. sebagaimana istri Rasulullah mengatur rumah tangga dengan sederhana | buktikan pada dunia bahwa kekurangan bisa saja bersahaja

29. takut berlebih bukan karena tak inginkan, namun takut terlenakan | sebagaimana yang tertipu setelah masuk kubur juga tak puaskan

30. bila ada kehidupan yang layak ditiru semua Muslimin dengan laik | maka hendaklah rumah tangga nabi sebagai teladan terbaik

31. sungguh bila menikah di jalan Allah tiada yang perlu ditakutkan | iman dan ilmu akan berjalan beriring bergandeng berpegangan

32. sungguh di jalan dakwah tak selalu bahagia berkalang, terkadang ada susah menghalang | wanita seperti inilah yang harus dipinang!

from:
Ustadz Felix Siauw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

belajar, bersaudara, berkarya

%d bloggers like this: