Qaddafi: “Al-Quds Dicaplok, Makkah Diam Saja!”

Qadafi

Qaddafi: “Al-Quds Dicaplok, Makkah Diam Saja!”

Jumat, 06/11/2009 17:14 WIB

KNRP – Pemimpin Libya Muammar Qaddafi mengkritik apa yang disebutnya tidak adanya peran aktif Mekkah dalam menghadapi pelbagai pelanggaran terhadap Al-Quds (Yerusalem) dan dunia Islam.

Berbicara pada Konferensi Umum Kepemimpinan Rakyat Islam Dunia ke-5 yang dipimpinnya, seperti diberitakan islamonline, Kamis (5/11), Qaddafi menyatakan pada Kamis, “Ada pembantaian di Palestina, Bosnia dan negara-negara lain . Bagian dari ummat Islam diserang, lahan-lahannya dinodai serta Al-Quds dicaplok. Meski demikian, kita melihat bahwa Makah yang merupakan ‘rumah’ pertama yang dibangun untuk orang-orang di bumi dimana ia tak punya peran apapun.”

Pemimpin yang lebih senang dilabeli kolonel itu menyebut Ka’bah sekadar sebagai ‘fasilitas wisatawan yang mendatangkan dolar’. Ia berpendapat, Makah sejatinya harus menjadi ibukota ummat Islam dimana seluruh dunia akan angkat bicara jika Makah angkat bicara.” Lalu Qaddafi menyimpulkan pandangannya dengan mengatakan, “Al-Quds adalah wilayah yang diduduki, dan Makah sekarang mandeg dan tidak memiliki peran apapun.”

Qaddafi juga mengkritik atas sikap lunak yang ditempuh negara-negara Islam dan Arab dalam hal hak-hak mereka yang legal di Al-Quds dan Palestina. “Mereka berbicara tentang Al-Quds yang islami, lalu mereka melunak dan merasa cukup puas membicarakan Al-Quds Timur, kini mereka mulai membincangkan tentang apa yang disebutnya dengan Bab Timur (Al-Quds)”.

Padahal, sambung Qaddafi, ummat Islam memiliki lokasi-lokasi strategis dan potensi material yang memungkinkannya untuk bangkit dan membalas kejahatan musuh Israel, meski demikian, ummat Islam terus saja dipermalukan. Menurut Qaddafi, seandainya jumlah orang Yahudi sama dengan jumlah ummat Islam dan memiliki potensi yang sama, bisa jadi seluruh dunia akan menjadi Yahudi.

Pada bagian lain, Qaddafi menyinggung contoh sikap melunaknya negara-negara Arab itu. “Sekarang mereka bicara tentang sebuah negara Palestina sesuai batas setelah (tahun) 67. Baiklah, lalu (Palestina) sebelum tahun 67 ke mana?” tanya dia.(milyas/iol)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

belajar, bersaudara, berkarya

%d bloggers like this: